Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Kepingan Firdaus di Perbukitan Pinia

Gambar
Ada tempat di bumi ini yang seolah diturunkan dari langit sunyi, agung, dan mempesona. Di sanalah aku pertama kali menjejakkan kaki, dan dalam sekejap, jiwaku terpaut. Rasanya seperti berdiam dalam setengah hari surgawi. Mata menyapu lanskap luas, namun hati yang terpikatlah yang memberi nama: Kepingan Firdaus di Perbukitan Pinia  (Pieces of Paradise in the Pinia Hills) Catatan ini kutulis saat langit Papua Timur berselimut lembut cahaya mentari, bertepatan dengan momen kudus: perayaan Proklamasi Kristus yang telah dinyatakan dalam kehidupan masyarakat Meck lima dekade silam. Sebuah peristiwa rohani yang tak hanya mengubah sejarah, tetapi juga menyalakan terang di tengah kabut zaman. Dari ketinggian 3.500 meter di atas laut, diapit oleh gunung-gunung berselimut embun dan bisikan angin purba, cinta Tuhan menyentuh bumi. Seolah Surga membuka pintunya, dan dari celahnya turun kasih yang tak terbendung—menembus hutan, menyeberangi lembah, dan menyentuh hati orang-orang Meck. Pada 9 Mar...

PINIA: Papua Itu Negeri Idaman Allah

Gambar
Di sudut pegunungan timur bumi Cendrawasih yang penuh rahasia dan keheningan purba, berdiri sebuah gugusan perbukitan yang seolah ditata langsung oleh tangan langit. Namanya Pinia, sebuah nama yang menyimpan getar sejarah, desah alam, dan nyanyian leluhur. Di atas ketinggian 3.500 meter dari permukaan laut, ketika awan turun menyentuh tanah dan matahari menari dari balik gunung, di sanalah Papua merapal doa dalam bentuk lanskap. Namun Pinia bukan sekadar tempat. Pinia adalah lambang dari harapan yang ditanam sejak dahulu kala, sebuah tanah yang tak hanya dihuni, tetapi juga dicintai. Maka tak berlebihan jika masyarakat menyebutnya dengan satu makna yang mendalam: PINIA (Papua Itu Negeri Idaman Allah). Segala yang hidup di sini, angin yang menyapa lembut, cahaya pagi yang hangat, dongeng-dongeng yang dibisikkan di rumah adat adalah bagian dari harmoni suci antara manusia dan semesta. Seperti surga kecil yang terjatuh perlahan dari langit, Pinia hadir bukan hanya sebagai hamparan geograf...

Aktualisasi Nilai Budaya dalam Penginjilan

Gambar
Seperti pada tulisan saya sebelumnya tentang  "5 Sikap Gereja terhadap Dunia dan Kebudayaan Menurut Niebuhr dalam Konteks Berteologi di Tanah Papua"  tentu relevansinya tidak jauh dari realitas kebudayaan dan Pekabaran Injil yang diwartakan di lembah Yali.  5 sikap gereja secara komprehensif mengaktualisasi nilai kebudayaan melalui Penginjilan. Melalui proses ini, hendak memperlihatkan hak Allah sebagai pencipta dengan segala kecakapan-Nya. Kristus seolah-olah datang ke dalam kebudayaan ini, yang baik dan indah, dan menuntut hak Bapa-Nya, yaitu untuk menerima hormat dari segala hasil kebudayaan. Pekerjaan mulia yang dilakukan di masa lalu dapatkah terus dilanjutkan di masa kini? Sebuah pertanyaan yang tidak mudah dijawab karena nilai-nilai budaya tradisional itu memiliki unsur-unsur yang berbeda yang tidak selalu sama dengan tuntutan kehiupan manusia dari masa ke masa. Sejak awal Penginjilan, sikap kebudayaan sangat berdampak dan terasa dalam perkembangan budaya di lembah...