Kepingan Firdaus di Perbukitan Pinia
Ada tempat di bumi ini yang seolah diturunkan dari langit sunyi, agung, dan mempesona. Di sanalah aku pertama kali menjejakkan kaki, dan dalam sekejap, jiwaku terpaut. Rasanya seperti berdiam dalam setengah hari surgawi. Mata menyapu lanskap luas, namun hati yang terpikatlah yang memberi nama: Kepingan Firdaus di Perbukitan Pinia (Pieces of Paradise in the Pinia Hills) Catatan ini kutulis saat langit Papua Timur berselimut lembut cahaya mentari, bertepatan dengan momen kudus: perayaan Proklamasi Kristus yang telah dinyatakan dalam kehidupan masyarakat Meck lima dekade silam. Sebuah peristiwa rohani yang tak hanya mengubah sejarah, tetapi juga menyalakan terang di tengah kabut zaman. Dari ketinggian 3.500 meter di atas laut, diapit oleh gunung-gunung berselimut embun dan bisikan angin purba, cinta Tuhan menyentuh bumi. Seolah Surga membuka pintunya, dan dari celahnya turun kasih yang tak terbendung—menembus hutan, menyeberangi lembah, dan menyentuh hati orang-orang Meck. Pada 9 Mar...